Perspektif Thomas Lickona dan Az-Zarnuji dalam Kitab Ta‘lim al-Muta‘allim
Suatu Kajian Perbandingan Pemikiran Barat Modern dan Tradisi Islam Klasik)
Buku ini lahir dari kegelisahan yang mendalam terhadap realitas pendidikan modern yang cenderung menitikberatkan pada aspek intelektual dan teknis, namun kurang memberi ruang bagi dimensi moral dan spiritual. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan perkembangan akhlak dan nilai kemanusiaan. Krisis moral, degradasi etika, serta melemahnya kepekaan sosial di kalangan generasi muda menjadi tantangan yang tak bisa diabaikan.
Dalam konteks inilah, penulis mencoba menghadirkan sebuah sintesis antara dua pemikiran besar, Thomas Lickona, tokoh pendidikan moral dari Barat, dan Imam Az-Zarnuji, ulama pendidikan klasik dari tradisi Islam. Keduanya memiliki semangat yang sama, yaitu menjadikan pendidikan sebagai proses pembentukan manusia seutuhnya, bukan hanya penguasaan ilmu, tetapi juga penanaman nilai, adab, dan tanggung jawab.
Lickona berbicara tentang respect dan responsibility, sedangkan Az-Zarnuji berbicara tentang adab dan ikhlas. Keduanya berpadu membentuk konsep Pendidikan Karakter Integratif, model pendidikan yang menggabungkan rasionalitas moral dan spiritualitas adab. Melalui pendekatan ini, penulis berharap pendidikan di Indonesia dapat tumbuh menjadi sistem yang cerdas secara intelektual, kokoh secara moral, dan lembut secara spiritual.
Tujuan utama penulisan buku ini adalah untuk memberikan alternatif konseptual dan praktis bagi para pendidik, mahasiswa, dan pemerhati pendidikan dalam memahami dan menerapkan pendidikan karakter secara lebih utuh. Buku ini tidak hanya berisi teori, tetapi juga menawarkan model, strategi, dan rekomendasi aplikatif yang relevan bagi dunia pendidikan Indonesia, baik di sekolah, madrasah, maupun pesantren.
Melalui kajian perbandingan pemikiran Lickona dan Az-Zarnuji, penulis berusaha menunjukkan bahwa pendidikan karakter sejati harus menyentuh tiga aspek utama: akal (ilmu dan logika), hati (moral dan adab), dan tindakan (amal dan tanggung jawab).
Dengan demikian, pendidikan tidak hanya menghasilkan manusia pintar, tetapi juga manusia beradab yang mampu menebar kebaikan bagi sesama.
Namun, penulis berharap karya ini dapat menjadi sumbangsih intelektual dan refleksi moral bagi upaya pembaruan pendidikan di Indonesia. Semoga gagasan ini menginspirasi para pendidik untuk mendidik dengan hati, menuntun dengan adab, dan menanamkan nilai dengan kasih sayang.
Sebagaimana pesan Ki Hajar Dewantara, “Pendidikan adalah tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, supaya mereka dapat tumbuh sebaik-baiknya.” Maka, marilah kita tumbuhkan generasi yang bukan hanya cerdas otaknya, tetapi juga jernih hatinya dan santun perilakunya.
Akhirnya, penulis mempersembahkan buku ini kepada seluruh insan pendidik, guru, dosen, orang tua, dan siapa pun yang meyakini bahwa pendidikan adalah jalan membentuk peradaban.
Kontak Kami
Admin : 081294856272
Koleksi Buku lainnya bisa klik disini
Penerbit @penerbit_rizquna





Reviews
There are no reviews yet.